Puncak Panen Padi di Provinsi Lampung dimulai dari Bulan Februari Hingga April

DIKETIKAJA.COM-Komoditas padi merupakan komoditas pangan strategis yang merupakan pangan pokok masyarakat Indonesia.

Pemerintah harus dapat menjamin ketersediaan pangan khususnya beras dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik serta harga yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. hal ini dikatakan Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Ida Rachmawati usai Panen Raya Nusantara di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji, Kamis 09 Maret 2023.

Dikatakan Ida, puncak panen padi di Provinsi Lampung dimulai dari bulan Februari, Maret, April sampai bulan Mei luasan diperkirakan mencapai 304.456 hektar dengan rincian : Februari sekitar 26.656 hektar, Maret : 68.414 hektar, April : 111.956 hektar dan Mei seluas 97.431 hektar.

” Kontribusi produksi padi Provinsi Lampung Tahun 2022 sebesar 4,91% dari produksi nasional sebesar 54,74 juta ton GKG. Capaian produksi sebesar 2.688.180 ton GKG atau meningkat 8,16% dibandingkan produksi padi tahun 2021 sebesar 2.485.455 ton GKG menempatkan Provinsi Lampung sebagai penghasil padi peringkat ke-2 Sumatera dan 6 secara nasional. ” Beber Ida.

Kabupaten Mesuji, lanjutnya, memberikan kontribusi produksi padi Provinsi Lampung sebesar 10,5% atau menempati urutan ke-1.
” Pemerintah selalu berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian (Padi).
Upaya yang dapat dilakukan antara lain.
Melakukan percepatan tanam sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman (dari 2 menjadi 3, bahkan ke-4. ” Beber Ida lagi.

Lebih lanjut Ida mengatakan, Meningkatkan produktivitas dengan penerapan teknologi sesuai anjuran;
Melakukan inovasi-inovasi baru untuk peningkatan produksi antara lain melalui peningkatan indeks pertanaman, penggunaan biosaka, pupuk organik dan pembenah tanah.

” Besarnya perhatian pemerintah terhadap kondisi pembangunan pertanian di daerah sebagai contoh Kabupaten Mesuji ini, bahwa bantuan fisik yang telah diberikan pemerintah kepada kelompok tani untuk meningkatkan pola/ budaya usahatani yang dilakukan petani dengan menggunakan teknologi yang lebih baik yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.” Ujar Ida lagi.

Program dan kegiatan teknologi yang telah dikembangkan ini harus kita pertahankan dan kembangkan agar Provinsi Lampung dapat mempertahankan dan tetap menjadi andalan dalam pemenuhan ketersediaan pangan di tingkat nasional.

” Kami berharap diselenggarakannya kegiatan Panen Raya Nusantara ini dapat memotivasi seluruh masyarakat baik aparat/ petugas dan petani agar lebih terpacu dalam melakukan aktivitas usahatani.” Tutupnya.***